Ketua DAK Kerom Kutuk Keras Klaim Sepihak Markum Dikukuhkan Sebagai Anak Adat

  • Whatsapp
Ketua DAK Keerom dan pengurus lainnya ketika memberikan keterangan pers membantah rumor yang beredar, soal DAK Keerom kukuhkan Muh. Markum, SH, MH, MM telah di kukuhkan sebagai anak adat. (Foto: doc. DAK)
Ketua DAK Keerom dan pengurus lainnya ketika memberikan keterangan pers membantah rumor yang beredar, soal DAK Keerom kukuhkan Muh. Markum, SH, MH, MM telah di kukuhkan sebagai anak adat. (Foto: doc. DAK)
banner 468x60

SERULING.ID– Ketua Dewan Adat Keerom (DAK) Serfo Tuamis sangat menyayangkan klaim sepihak dari Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM dan pendukungnya yang telah memanipulasi foto lama yakni berupa kegiatan di gereja saat Bupati Keerom Muh. Markum mendapat pengalungan bunga adat sebagai upacara adat pengukuhan Muh. Markum, SH, MH, MM sebagai “anak adat” Keerom.

“itu berita bohong, rekayasa, dan pembohongan publik, sangat kami sayangkan hanya karena ambisi politik seseorang, dan kita menipu publik dengan mengaku – ngaku dan menjual nama lembaga adat, Dewan Adat Keerom tidak pernah mengukuhkan siapa pun sebagai anak angkat atau anak adat, Dewan Adat sangat mengutuk hal itu”, tegas Serfo Tuamis di damping Sekretaris DAK, Laurens Borotian dan beberapa tokoh adat lainnya di Kampung Arso, Keerom, Papua Jumat (17/01) saat di wawancarai sejumlah wartawan terkait beredarnya sejumlah content propaganda di media sosial yang tengah viral di warga Keerom saat ini.

Menurutnya sebuah foto Bupati Keerom, Muh. Markum yang berencana akan maju kembali sebagai Calon Bupati Keerom pada Pilkada 2020, dimana terlihat Muh. Markum tengah mendapatkan pengalungan bunga dan mengikuti serangkaian prosesi pemberkatan di dalam sebuah gereja, adalah foto lama si sebuah gereja katolik di Kampung Workwana

“kalau tidak salah itu foto tahun 2019, itu bukan kegiatan pengukuhan adat, waktu itu (Alm) Celcius Watae sebagai Bupati Keerom yang datang menghadiri sebuah acara di gereja di damping oleh Muh. Markum sebagai Wakil Bupati-nya, kami sebagai adat memberikan penghormatan kepada pejabat negara yang hadir dengan menyematkan pengalungan bunga khas adat, dan kemudian mereka berdua mengikuti serangkaian acara di dalam gereja”, kata Serfo Tuamis sangat menyayangkan klaim dan aksi jual nama DAK untuk kepentingan politis.

Muh. Markum, SH, MH, MM sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Keerom, namun sepeninggal mangkatnya Bupati Keerom (Alm). Celcius Watae, maka secara undang – undang Muh. Markum di lantik sebagai Bupati (PAW), dan pada Pilkada tahun 2020 ini Muh. Markum, SH, MH, MM berencana maju sebagai Bupati meski mendapat tentangan dari banyak pihak khususnya orang asli Papua, mengingat yang bersangkutan adalah bukan OAP yang di anggap tidak menghargai “hak kesulungan” sebagai mana amanat UU Otsus.

“yah, itu mungkin strateginya tim sukses atau pendukungnya, tapi dengan membiarkan hal itu dilakukan tim-nya sama saja yang bersangkutan (Muh. Markum) juga mendukung klaim sepihak itu, jadi kami sangat mengutuk, karena sudah jual – jual kami, orang tua, Dewan Adat punya nama”, kata Serfo Tuamis lagi.

Ketua DAK Keerom mengingatkan agar tidak memanipulasi kegiatan di gereja dan kegiatan adat sebagai bentuk dukungan politik, kepada calon Pilkada, karena secara politik DAK juga sudah melakukan beberapa kali pertemuan, dan sudah menyatakan sikap.

“selama anak asli Keerom masih ada dan mampu, kenapa kami harus mendukung orang luar, itu sama saja penindasan secara halus, kami juga sangup dan sudah mampu, kecuali tidak ada anak asli Keerom yang siap boleh kami melihat figur lain, jadi klaim – klaim jual nama adat sangat kami kutuk”, kata Serfo Tuamis dengan nada tinggi, Jumat (17/01).

“kalau ada anak kandung, kenapa kami mau angkat – angkat orang luar sebagai anak asuh kah, anak angkat, kah anak adat segala macam, kami juga punya harga diri, kalaupun itu sebuah foto pengangkatan anak adat mestinya yang kukuhkan adalah kepala – kepala suku, bukan Dewan Adat, itu hak veto Kepala Suku, karena saya sebagai Ketua Adat saja di kukuhkan oleh Kepala – Kepala Suku” kata Serfo Tuamis.

Hingga berita ini di muat belum ada klarifikasi atau penjelasan dari pihak Muh. Markum, SH, MH, MM terkait foto tersebut.(ary/seruling)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *