Kajati Papua Dalami Temuan BPK, Diduga 23 Miliar Dana Hibah dan Bansos Kabupaten Keerom Tahun 2017 Belum Dipertanggung Jawabkan

  • Whatsapp
Alexsander Lukas Sinuraya, SH, MH, Aspidsus Kajati Papua. (Foto : doc,Net)
Alexsander Lukas Sinuraya, SH, MH, Aspidsus Kajati Papua. (Foto : doc,Net)
banner 468x60

SERULING.ID—Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Papua tengah mendalami hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)  atas dugaan penyalahgunaan dan penyaluran dana Hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Keerom Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 33,5 miliar, dimana dari sejumlah dana tersebut berdasarkan temuan BPK RI sebanyak 23 miliar lebih belum dipertanggung jawabkan.

“kurang lebih sudah 15 orang yang kita panggil sebagai saksi, baik dari penerima, maupun pejabat Pemda terkait, saat ini masih tahap penyelidikan, jadi kami masih memanggil mereka sebagai saksi untuk di mintai keterangan dulu”, kata Alex Sinuraya, SH, MH, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kajati Papua ketika di wawancarai wartawan lewat sambungan telepon yang SERULING.ID kutip rekamannya, Rabu (29/01/2020).

Menurut Sinuraya hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan, masih di dalami dahulu bagaimana mekanisme dan alur penyalurannya apakah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan atau tidak, dan juga masih di dalami apa penyebab sehingga dana bantuan sejumlah puluhan miliar tersebut belum di pertangung jawabkan.

Untuk penanganan kasus dugaan korupsi penyaluran dana bantuan sosial (bansos) / hibah Kabupaten Keerom tahun 2017 tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (SPP) Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nomor : Print-07/R.1/Fd.1/07/2019 tertanggal 18 Juli 2019 yang diterima SERULING.ID, pihak  Kejaksaan Tinggi telah membentuk tim penyidik yang terdiri dari 5 orang Jaksa Penyidik untuk mendalmi kasus tersebut.

“semua akan kita panggil satu persatu untuk di mintai keterangannya sebagai saksi, semestinya hari ini kita jadwalkan pemanggilan atas Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, sebagai saksi, tapi katanya jadwalnya bertabrakan dengan agenda di Jakarta, masih ada urusan dinas di Jakarta, sehingga akan kita jadwal ulang, masih terlalu dini untuk kita tetapkan tersangka, masih sebatas saksi semua yang kita periksa”, kata Aspidsus. (ary/seruling)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *