Wakil Ketua DPR RI Desak Pemerintah Tuntaskan Masalah Papua !

  • Whatsapp
Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI. (Foto. Doc. Detik.com)
Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI. (Foto. Doc. Detik.com)
banner 468x60

SERULING.ID—Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR-RI Bidang Politik dan Keamanan yang juga dari Fraksi Golkar mendesak agar pemerintah segera mengambil langkah kongkret untuk menuntaskan masalah – masalah di Papua.

Sebagaimana di kutip dari KabarGOLKAR.Com, di hadapan sejumlah awak media Azis Syamsuddin menegaskan bahwa situasi keamanan yang berkembang di Tanah Papua kian mengkhawatirkan.

Menurutnya terkait permintaan sejumlah aktivis HAM dan pemerintah daerah yang mendesak agar dilakukan penarikan militer dari beberapa wilayah di Papua menurutnya Pemerintah masih gamang upaya tersebut akan memulihkan keamanan di Papua, karena dengan di tariknya pasukan, siapa nantinya yang akan menjamin keamanan di Papua yang masih bagian dari NKRI.

Untuk itu, menurut Azis, jika memang operasi keamanan ini adalah solusi, maka DPR harus memberikan deadline kepada pemerintah terkait proses pengendalian keamanan tersebut.

“Ini penting, selain karena operasi ini mendapat sorotan dari pihak internasional, DPR juga bisa memastikan alokasi anggaran biaya yang dibutuhkan untuk keperluan operasi tersebut,” kata Azis Syamsuddin di kutip dari KabarGOLKAR.Com.

Tambahnya, bahwa setelah selesai operasi, semua laporan dan rincian biaya yang sudah di keluarkan harus di pertanggung jawabkan, sekaligus di lakukan verifikasi atas procedure operasi yang dilakukan.

Sehingga menurutnya harus ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak yang memberikan solusi penarikan pasukan tersebut.

“perlu didengarkan apa solusi yang mereka tawarkan. DPR juga bisa menilai sejauh mana solusi itu bisa dipertanggungjawabkan, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat yang mengusulkan hal itu juga perlu dimintai pendapatnya”, kata Azis Syamsuddin lagi.

Selain itu, DPR perlu mendorong percepatan rencana pemekaran wilayah Papua menjadi lima Propinsi. Rencana ini, kata Azis, terbilang strategis, sebagai upaya untuk memecah koordinasi KKB Papua dalam mengagitasi masyarakat.

“Selain itu, Papua juga sebenarnya terdiri dari puluhan suku yang berbeda budaya dan Bahasa. Ini juga bisa mendorong terjadinya percepatan pembangunan di tiap daerah berdasarkan aspirasi kolektif masing-masing,” kata Azis.

Dirinya mendorong para ahli dan lembaga penelitian seperti LIPI untuk mengkaji solusi terbaik penyelesaian masalah Papau, khususnya terkait kemungkinan penetapan KKB sebagai organisasi teroris internasional.  (ary/kabarGOLKAR.Com)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *