Perayaan Harı Injil Masuk di Tanah Papua, Belajar Toleransi Dari Papua

  • Whatsapp
Papua Muda Insfiratip Diskusi Public di Sekretariat
Papua Muda Insfiratip Diskusi Public di Sekretariat
banner 468x60

SERULING.ID – Papua Muda Inspiratif hari ini memperingati hari injil masuk ke papua yang ke 67 tahun sekaligus menyelenggarakan diskusi public dengan bertemakan “belajar toleransi dari papua di selenggarakan di sekretariat Papua Muda Inspiratif jalan pancoran jakarta selatan, (5/02/2020)

Menurut, Direktur Institut Kalaway sekaligus Penggerak Toleransi Asal Papua, Nanny Uswanas menyatakan agenda perayaan hari injil di papua 5 februari ke 67 tahun tidak hanya di lakukan sebagai perayaan rutinitas agama tertentu saja. Melainkan lebih jauh dari itu, Nanny Uswanas menyampaikan juga untuk memberikan pesan – pesan perdamaian dan toleransi di Indonesia juga terkhusus di tanah papua.

“Perayaan hari Injil masuk ke papua bukan hanya untuk ummat injil saja tetapi lebih jauh untuk semua ummat beragama di papua dan untuk semua kalangan.” Kata Nanny Uswanas

Lebih jauh, Nanny Uswanas menyampaikan bahwa hari injil 5 februari tersebut ada untuk memberikan pesan kemanusiaan dan pesan toleransi nasional yang juga dapat di pelajari dari papua.

“Pesan perdamaian, keberagaman dan budaya, Papua muda inspiratif membuat diskusi public dalam rangka perayaan hari injil masuk di tanah papua. pasalnya papua sebagai satu tempat belajar kemanusiaan dan toleransi. Tuturnya”

Pun juga  Nanny Uswanas berharap pemerintah menggunakan hari masuknya injil ke papua di gunakan sebagai cikal bakal hari toleransi dan persaudaraan nasional.

“Kalau boleh pemerintah menggunakan 5 februari sebagai hari raya persaudaraan dan toleransi nasional akan sangat lebih baik lagi dan itu harapannya” sambungnya lagi

Selain itu,  lanjut  Nanny bahwa agenda – agenda kemanusiaan dan toleransi harus lebih digiatkan di kampus – kampus untuk memperkokoh rasa dan jiwa kemanusiaan kau milenial dalam menjawab tantangan digitalisasi 4.0 kedepannya.

Pasalnya menurut dia, milenial harus mempunyai kerangka pikir yang cukup mempunyai nilai  berjuang menjawab tantangan industry 4.0 hari ini dan kedepannya. “Digitalisasi 4.0 dan digitalisasi itu tantangan terbesarnya adalah nilai – nilai kemanusiaan dan norma – norma sosial”.  Pungkasnya (as/seruling)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *